|
 Untuk memberi gambaran yang mudah dicerna dan “seksi”, Konjen RI di Los Angeles dalam presentasinya di Rotary Club Carlsbad, San Diego menyampaikan bahwa transisi politik keamanan di Indonesia dapat dianalogikan dengan judul film yakni dari The Year of Living Dangerously kepada Eat, Pray, Love. Dari suatu keadaan yang penuh gejolak di masa lampau menjadi keadaan yang aman, stabil dan demokratis dewasa ini.
Bekerjasama dengan Rotary Club Carlsbad San Diego, presentasi tersebut dilakukan pada tanggal 7 Juni 2010 di depan anggota Rotary Club yang berjumlah 82 orang yang mempunyai beragam latar belakang dan profesi termasuk beberapa pengusaha di berbagai bidang. Hadir dalam kesempatan tersebut Councilman Carlsbad Mark Packard, Direktur Departemen Perdagangan Ontario yang juga anggota Rotary Club, Fred Latuperissa dan Presiden Rotary Club Carlsbad, Susan Toft serta Presiden Terpilih Allan J. Wanamaker. Konjen RI dalam kesempatan tersebut didampingi Konsul Ekonomi dan Kepala ITPC LA.
Dalam sambutan pembukaannya Presiden Rotary Club antara lain menyampaikan bahwa acara kali ini sangat khsus karena dihadiri tamu istimewa yakni Konjen RI dan staf. Selanjutnya dikatakan bahwa hal ini tidak hanya penting untuk menambah wawasan dan pengetahuan anggota tetapi juga untuk mengenal lebih dalam lagi Indonesia, termasuk kekayaan budayanya, potensi bisnis serta pariwisatanya. Dikatakan juga bahwa sepanjang pengetahuannya kehadiran seorang Konjen dalam acara Rotary Carlsbad adalah yang pertama kali dilakukan, yakni dengan Indonesia.
Tema presentasi yang disampaikan Konjen RI adalah “Business Opportunities in Remarkable Indonesia”. Adapun materi yang disampaikan mencakup profil singkat Indonesia, kondisi sosial politik dan transformasi yang dialami negeri tersebut serta isu-isu terkait kemanan yang dikatakan meningkat dengan baik. Dari sisi ekonomi selain dipaparkan mengenai indikator ekonomi makro juga potensi dan kekayaan alam dan nilai tambah berbisnis dengan Indonesia. Dalam kaitan ini juga disinggung kemajuan hubungan bilateral kedua negara yang ditandai antara lain dengan penandatangan perjanjian investasi kedua negara dan akan segera ditetapkannya payung hubungan bilateral dalam suatu komprehensif partnership.
Dalam sesi tanya jawab pertanyaan yang mengemuka antara lain adalah terkait produk unggulan ekspor dan impor Indonesia dari dan ke AS, infrastruktur lapangan terbang, tingkat pendidikan tenaga kerja yang siap pakai dan gambaran umum rumah sakit yang ada di Indonesia. Terkait produk unggulan ekspor dan impor Indonesia, Tim KJRI menyampaikan bahwa untuk ekspor unggulan Indonesia antara lain berupa apparel dan footwear, sea food products terutama udang, kopi, elektronik dan lain lain, sedangkan impor Indonesia berupa antara lain aircraft dan parts-nya, cotton, dan bahan kimia.
Sehubungan dengan pertanyaan terkait tingkat pendidikan tenaga kerja dikatakan bahwa dari jumlah maka lulusan sekolah atas dan kejuruan adalah yang terbanyak akan tetapi ada kecenderungan meningkatnya tingkat pendidikan tersebut seiring dengan kemajuan yang diraih Indonesia. Terhadap gambaran umum rumah sakit dikatakan bahwa beberapa rumah sakit di tanah air telah mempunyai stándar yang baik/internasional, namun juga diakui masih banyak masyarakat Indonesia yang masih berobat ke luar negeri. Oleh karena itu dari sisi peluang investasi, bidang ini masih menarik dan menjanjikan. Hal ini juga serupa dengan gambaran umum lapangan terbang di Indonesia.
Salah satu peserta yang hadir menyatakan minatnya untuk impor karet dari Indonesia untuk produksi rubber ball untuk mekanik yang selama ini dilakukan atau diimpor dari China. Terhadap hal ini Kepala ITPC LA menjanjikan akan mengirim informasi lebih detail termasuk kontak yang dapat dihubungi di Indonesia.
Sebagai pembuka dan penutup presentasi Konjen RI disuguhkan dua tarian tradisional Indonesia, yakni Tari Buratwangi dari Bali dan Tari Kambang Bapanggel dari Kalimantan. Kedua tarian tersebut mendapat sambutan yang sangat meriah dari anggota Rotary Club Carlsbad. Beberapa peserta bahkan menyampaikan keinginannya untuk mengundang KJRI menampilkan kebudayaan Indonesia pada acara gala dinner yang akan diadakan untuk merayakan terpilihnya kepengurusan yang baru dalam waktu dekat. Terhadap keinginan ini KJRI akan mepertimbangkannya. Sementara itu brosur pariwisata yang disajikan di meja resepsi juga banyak diminati peserta.
(KJRI LA/Ekon - ES) |