|

Kalau ditelusur, ada berapa banyak grup musik keroncong di luar negeri? Jawabannya mesti tidak banyak, terlebih-lebih kalau itu di Amerika Serikat, meskipun bukan berarti tidak ada.
Sebuah grup keroncong bernama "Orkes Pantai Barat" sebagai Keroncong Ensemble University of California, Riverside (UCR) merupakan sebuh grup aktif yang melantunkan lagu-lagu keroncong Indonesia. Lagu klasik seperti "Di Bawah Sinar Bulan Purnama", "Ijinkan", "Kacu-kacu" dan "Keroncong Moresko" selalu dengan manis ditampilkan grup yang dibentuk Russ Skelchy ini.
Penampilan itu kelihatan menawan terutama pada acara "Concert: Music of Indonesia: UCR Gamelan Ensemble", pada Jumat, 4 Juni 2010, di UC Riverside, California Selatan.
Pada malam konser itu, penampilan musik Indonesia tampil cukup lengkap, baik berupa permainan gamelan, degung, calung dan juga keroncong. Program pengajaran gamelan yang diasuh Rene T.A. Lysloff, PhD, menampilkan antara lain "gending bonang glendeng", gamelan degung "kepentang Asmara" dan "Lancaran Genggong", calungan "Eling-eling" dan beberapa nomor lainnya.
Dua karya kolaboratif juga ditampilkan, yakni sebuah suguhan ambient drone music yang memadukan instrumen gamelan dan gitar bas listrik, serta sebuah sajian yang dinamakan "reverberations" dengan menampilkan seorang penari modern oleh Ann Mazzocca dengan iringan komposisi musik gamelan yang dalam dan syahdu. Reverberations, merupakan komposisi gamelan kreatif oleh Prof. Lysloff yang dikatakan sebagai bentuk gelombang doa setelah bencana gempa Haiti demi membangunkan kesadaran melalui kekayaan budaya.
Rene T.E. Lysloff memulai pengajaran gamelan Jawa sejak tahun 1996, dengan menekankan pada penagajaran dan penampilan musik gamelan tradisional dan kontemporer, termasuk pengembangan musik baru yang mendayagunakan instrumen gamelan.
Kelompok keroncong UCR sendiri relatif lebih baru, karena baru dibentuk dua tahun yang lalu oleh Russ Skelchy sebagai kandidat doktor di bidang etnomosukologi. Seperti dikui Russ, kelompok keroncong yang masih muda ini berangkat dari keingintahuannya terhadap musik keroncong yang menjadi topik disertasi doktoralnya. Karena terbatasnya persentuhan langsung dengan jenis musik Indonesia ini di Amerika Serikat, ia yang memainkan cuk berinisiatif membentuk grup sebagai proses belajar yang juga melibatkan Prof Lysloff dan Prof. Deborah Wong, Chair Department of Music sebagai anggota.
Sebagai bentuk rasa bangga dan penghargaan, Konjen RI Subijaksono Sujono pada kesempatan konser tersebut menyampaikan sebuah plakat penghargaan dari KJRI Los Angeles kepada Associate Professor Rene T.A. Lysloff dan Prof Deborah Wong selaku figur yang berkiprah dalam pengembangan seni budaya Indonesia di bawah payung Program in Sotueast Asian Studies, UC Riverside.
Malam itu, Konjen RI juga didaulat ikut melantunkan lagu keroncong "Di Bawah Sinar Bulan Purnama" diiring Orkes Pantai Barat yang mendapat sambutan meriah dari penonton. Konjen RI hadir sebagai tamu kehormatan UC RIverside bersama Ibu Subijaksono Sujono dan didampingi HOC Magdalena F.W. Tompodung, Konsul Pensosbud Agusti Anwar dan beberapa staf lainnya. (KJRI-LA/Pen-AA) |