Message from the Consul General

Brief message from the Hon. Subijaksono Sujono, Indonesian Consul General in Los Angeles

Visit Indonesia 2008

Check the list of  events and festivals throughout  the year.

Indonesian Community

 Serba-serbi masyarakat Indonesia di wilayah kerja KJRI Los Angeles

Wednesday, 19 November 2008
Home arrow News arrow Latest arrow Gebyar Meriah Pentas Putera-puteri Indonesia

The Consulate

 
Welcome to the website of the Indonesian Consulate General in Los Angeles. The Consulate covers  the state of Arizona, (Southern) California, Colorado, Hawaii, Montana, Nevada, Utah, Wyoming and a couple of islands in the Pacific.

Other Sites

 

  

   


 

Gebyar Meriah Pentas Putera-puteri Indonesia PDF Print E-mail

 

"Menjadi anak Indonesia/adalah....mereka yang berkata "aku bisa!"/mereka yang berkata "aku siap!"

     (Puisi Aisya Anwar ---"Menjadi Anak Indonesia") 

 

Selain Simposium Pendidikan Indonesia, dalam rangka "Gebyar Pendidikan Indonesia" yang diselenggarakan KJRI Los Angeles, Sabtu, 31 Mei 2008, juga telah dilaksanakan segmen acara "Pentas Putera-puteri Indonesia" pada hari yang sama.

 

Acara sore hari yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Hari Pendidikan dan Hari Kebangkitan Nasional ke-100 di Los Angeles ini diawali dengan penayangan film nasional Tjoet Nya Dhien yang kental dengan semangat kepahlawanannya.

 

Yang membuat acara Pentas ini menjadi penuh gebyar adalah rangkaian penampilan anak-anak Indonesia melalui sejumlah tari-tarian, pembacaan puisi, paduan suara, pembacaan naskah karangan "Indonesia yang Kukenal" sampai permainan band empat mahasiswa Permias.

Acara ini pun menjadi lebih unik karena juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah anak-anak berprestasi, baik di bidang pendidikan maupun kegiatan ekstrakurikuler lainnya.

 

Tarian, Puisi dan Lagu

Urut-urutan tarian anak yang ditampilkan diawali dengan gerak gemulai anak yang menampilkan tari Badindin. Dilanjutkan dengan tarian kupu-kupu, anak-anak kecil asuhan ibu Neneng Mahmud ini, bergerak mengepak-ngepakkan tangan menirukan gerakan kupu-kupu kecil yang terbang. Tarian anak juga dimeriahkan dengan sumbangan tari Batak Karo, "Buah Pagi", yang ditampilkan oleh putera-puteri Ketua Komunitas Karo Amerika Boy Sitepu.  

Dalam pembacaan puisi "Menjadi Anak Indonesia" oleh Aisya Anwar, Konjen RI dan Ibu Sony beserta hadirin menyimak kata-kata yang dilafalkan, yang menekankan semangat anak Indonesia untuk maju. "Menjadi anak Indonesia/adalah kita yang tidak hanya berkeluh kesah/tapi....mereka yang berkata "aku bisa!"/mereka yang berkata "aku siap!".

Tidak kalah menarik adalah penampilan paduan suara asuhan Ibu Cut (Siti Rachmaniah) yang melantunkan lagu-lagu perjuangan seperti "Indonesia Suci", "Bangun Pemuda-pemudi", serta sebuah tempilan gerak dan lagu "Guruku".

Seperti biasa, tarian Serampang Dua Belas dan Saman juga ditampilkan, dua buah tari yang telah cukup sering disuguhkan dalam acara-acara budaya Indonesia untuk penonton asing.

Sedangkan sebagai pengisi lanjutan adalah penampilan band empat sekawan dari generasi muda Permias yang menyebut nama bandnya "3R'S". Beberapa lantunan lagunya yang menarik, walaupun katanya berlatih bersama baru hanya beberapa kali, adalah termasuk sebuah nomor lagu "Kopi Dangdut".


Pemberian Penghargaan


Dengan maksud mendorong semangat maju putera-puteri Indonesia, acara Gebyar Pendidikan ini pun menyelenggarakan lomba menulis dengan  tema "Indonesia yang Kukenal". Dua dari tulisan yang masuk telah dibacakan sendiri dengan gaya yang khas oleh penulisnya, yakni, Hamzah Farhat Ambadar, murid kelas 5 di Pio Pico Elementray School dan Hellen Poppy Ocktavia Manurung, siswa kelas 11 di Redlands High School.

Selain untuk lomba mengarang, penghargaan juga diberikan kepada sebanyak 18 anak-anak berprestasi dari berbagai tingkatan, baik pendidikan dasar, menengah maupun pendidikan tinggi. Jumlah tersebut belum mewakili sebagian besar anak-anak berprestasi Indonesia, yang pemilihannya hanya terbatas kepad nama-nama yang diterima oleh KJRI.

Di antara anak yang diberikan pengharaan tanda bangga ini termasuk Aska Putri Lie, puterinya pengacara Jason Yau Lie; Gina Arcadiana Syarif, puterinya staf KJRI Dadang Syarif, yang mendapatkan predikat Cum Laude dari Dominican University of California, serta sejumlah anak lainnya.

Sangat dimaklumi bahwa sebetulnya banyak sekali anak-anak Indonesia yang memiliki prestasi gemilang di wilayah kerja KJRI Los Angeles, yang kiranya di masa-masa mendatang juga bisa diberikan penghargaan tanda turut bangga ini.

Selain di bidang pendidikan, pemberian penghargaan tanda bangga juga disampaikan kepada Andrew Luk, seorang siswa tuna netra yang berprestasi sebagai atlit renang estafet dari Diamond Bar High School untuk kompetisi renang reguler. Partisipasi Andrew Luk yang memiliki darah Indonesia dari garis ibu ini dinilai tidak biasa dan sempat menarik perhatian harian Los Angeles Times , sehingga memuat sebuah artikel khusus tentangnya.

Selain rangkaian acara-acara yang dipandu oleh MC 'kocak' Challyandra itu, Gary Shapiro dari Orang Utan Republik juga telah memberikan paparan mengenai orangutan, yang mendapat sambutan hangat dari sekitar 200 hadirin. Dikatakan olehnya dalam bahasa Indonesia yang lugas, "jangan lupa, orangutan hanya ada di Indoensia".

 

 

Lihat Berita terkait:

 

 

(5/Juni/Pen-KJRI LA/AA)

 

 

Last Updated ( Monday, 09 June 2008 )
 
< Prev   Next >