|
 Pada Rabu pagi, 21 Mei 2008 bertempat di gedung KJRI Los Angeles telah dilaksanakan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-100 (20 Mei 1908 - 20 Mei 2008). Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin oleh Konsul Jenderal RI Subijaksono Sujono selaku Pembina Upacara.
Pada saat upacara yang dilaksanakan pada hari kerja itu, pelayanan keimigrasian tetap berjalan seperti biasanya.
Konjen RI selaku Pembina Upacara telah membacakan pidato Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono yang menggarisbawahi aspek nasionalisme sejak berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, perjuangan kemerdekaan, kesatuan kebangsaan, perkembangan pembangunan bangsa yang berlangsung, termasuk krisis energi dan pangan dunia yang dihadapi.
Mengutip Presiden RI, antara lain ditegaskan bahwa: ” ... sejak 100 tahun yang lalu, sejak bangsa kita bangkit, kita telah menjadi bangsa yang berkemampuan, ‘Bangsa Yang Bisa’! Bisa mengubah nasib, bisa bersatu, bisa mengusir penjajah, bisa meraih dan mempertahankan kemerdekaan, dan bisa mengatasi berbagai tantangan sejarah!"
Dikatakan bahwa dalam menghadapi krisis energi dan pangan yang berlangsung secara global, seluruh rakyat Indonesia diajak untuk bersatu padu meningkatkan ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan ekonomi. (Teks lengkap pidato Presiden RI dapat diakses di sini).
Sebagai informasi, Presiden RI pada upacara Kebangkitan Nasional di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa, 20 Mei, juga telah membacakan Deklarasi Indonesia Bisa!
Secara nasional, acara menyambut Hari Kebangkitan Nasional yang ke-100 ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan yang akan berlangsung sepanjang tahun.
Perlu disampaikan bahwa di bidang promosi pariwisata, tahun 2008 yang dijadikan sebagai tahun kunjungan Indonesia juga menggunakan momentum 100 tahun kebangkitan nasional sebagai tema utama.
Berbagai rangkaian kegiatan di tanah air dapat diikuti dari website kebangkitan nasional yang beralamat di kebangkitan-nasional.or.id.
Untuk wilayah kerja KJRI Los Angeles, perayaan hari kebangkitan nasional juga dimeriahkan dengan menekankan pada aspek pendidikan melalui acara "Gebyar Pendidikan Indonesia " yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 31 Mei 2008.
Acara tersebut dibagi ke dalam dua segmen, yakni berupa simposium dan pentas putera-puteri Indonesia.
(Pen) |